SENJA DIPELUKAN BUNGA TUJUH RUPA


            Rasya memintaku menunggunya ditempat ini, tempat biasa kami menikmati senja. Disinilah segala keluh kesah kami tumpahkan bersama, dengan canda juga tawa. Sesekali terdengar kicau burung berlalu-lalang sedang mencari seuntai ilalang kering untuk membangun rumahnya. Seperti kami. Kami juga sedang mencari keyakinan pada diri kami masing-masing, untuk membangun sebuah rumah, rumah tempat kami kembali kemana pun kami pergi. Empat tahun 5 bulan, waktu yang bukan sebentar kami habiskan bersama. Dalam kurun waktu tersebut kami memulainya dari nol. Berawal dari seorang gadis SMA dan seorang mahasiswa yang saling jatuh cinta. Sampai pada saat ini, saat yang sudah mantap untuk kami melangkah ke jenjang pernikahan.
            Sudah pukul 16.30 WIB, rasya belum juga muncul. Selepas sholat ashar di masjid dekat kantorku, aku langsung kesini karena rasya memintaku untuk lekas ke tempat ini seusai sholat ashar. Tapi ia belum juga muncul. “Ah, mungkin sebentar lagi dia datang.” Ucapku dalam hati sambil terus melihat jam yang melingkar ditanganku.
“Assalamu’alaikum, nadya. Ma’af ya aku terlambat datang, tadi aku membeli es krim dan camilan terlebih dahulu. Aku gak rela kalau sampai pipi tembem kamu ini mengempes walau sedikit saja.” Ucap rasya sambil tersenyum.
“Walaikumsalam, rasya. Iya tidak apa-apa. Terimakasih, karena selama empat tahun lima bulan ini kamu selalu membelikan es krim kesukaanku ketika kita sedang menyaksikan senja.” Ucapku sambil tersenyum.
“Iya sayang, bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apakah masalah dengan klien tempo hari sudah menemui titik terang?”
“Alhamdulillah, sudah. Pihak perusahaan akan mengganti kesalahan teknis yang terjadi dilapangan secara gratis. Karena kalau sampai ke meja hijau, tentu biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dan akan berdampak besar pada perusahaan.”
“Syukurlah kalau begitu. Eh, sayang lihat awan itu. Coba tebak, awan itu mirip benda apa?” tangan rasya menunjuk salah satu awan.
“Emm … apa ya? Terlihat seperti … Kelinci.”
“Kalau yang disebelahnya?”
“Seperti … cincin. Dan disebelahnya lagi seperti … bayi. Haha .. Lucu ya?”
“Bayinya seperti kamu.”
“Kok aku?”
“Iya, pipinya. Wek ..” rasya menjulurkan lidahnya.
“Ah, kamu. Jail banget.”
“Biarin. Pacar aku ini pipinya tembem, hidungnya sedikit pesek, terkadang suka menyebalkan karena kalau udah ngambek, cuma mawar putih yang bisa membuat dia tersenyum dan mencari mawar putih yang sedang mekar, bukanlah hal yang mudah. Selain itu, suka jail mencubit hidung ku kuat-kuat. Tapi aku cinta luar biasa.” Rasya mencubit hidungku dan membenamkan kepalaku ke dalam pelukannya. Hal yang sangat membuatku  nyaman.
“Ah, bahagianya … meskipun terkadang aku bersifat seperti anak kecil, manja. Tapi kamu selalu sabar menghadapiku, membimbingku. Terimakasih ya rasya.”
“Kamu tidak perlu berterimakasih, nadya. Itu sudah kewajibanku.”
“Tak! tak! Bleh …” aku melepeh sebuah benda yang hampir tertelan olehku bersamaan dengan es krim cup yang dibelikan oleh rasya.
“Kamu kenapa, nad?”
“Gak tau, ini ada sesuatu didalam es krimnya. Loh, ini kan … cincin. Wah, pasti harganya mahal. Mungkin ini cincin pegawai es krim yang terlepas saat memasukkannya kedalam cup ya, rasya.”
“Bukan, nad … Itu cincin dariku. Dengan disaksikan oleh senja yang amat kita cintai oranyenya. Bolehkah aku menjadi imam mu? Membimbingmu menuju ibadah yang lebih sempurna. Dan maukah kamu mendampingiku dalam sakit maupun sehat? Dalam susah maupun senang? Menjalani hidup yang tak mudah denganku? Menjadi ibu dari anak-anakku?”
“Dengan disaksikan oleh senja yang amat kita cintai oranyenya. Aku mau kamu yang menjadi imamku, membimbingku menuju ibadah yang lebih sempurna,  mendampingimu dalam sakit maupun sehat. Dalam susah maupun senang. Menjalani hidup yang tak mudah denganmu dan menjadi ibu dari anak-anakmu. Aku mau, rasya” mataku berkaca-kaca, lalu terbenam dalam pelukannya.
           
            Hari ini kami akan berkeliling mencari souvenir untuk pernikahan kami, kami juga akan menengok busana untuk resepsi pernikahan kami, dan mampir sebentar untuk melihat sejauh mana persiapan undangan pernikahan kami.
“Kamu suka souvenir yang ini, nad?” rasya menyodorkan kipas kayu yang bisa disablon dengan nama kami.
“Emm … bagaimana kalau lilin aroma terapi ini saja? Selain cantik, unik, juga bermanfaat.”
“Baiklah, itu juga bagus.” Rasya tersenyum.
“Kamu cantik sekali memakai gaun ini, nad.”
“Kamu juga tampan memakai baju ini, rasya. Ada bagian yang membuatmu tidak nyaman?”
“Tidak, aku sudah nyaman memakainya.”
Konsep yang kami usung dalam pernikahan kami adalah sederhana tapi elegan, dengan sentuhan dominasi mawar putih dan busana kombinasi warna pink dan abu-abu. Membuatku yakin akan sangat bahagia dihari tersebut. Dalam adat jawa, pengantin akan dipingit selama satu minggu. Tidak boleh berkomunikasi dalam bentuk apapun apalagi bertemu. Baru empat hari kami dipingit, rinduku sudah luar biasa menggebu. Aku ingin bertemu rasya, sebentar saja. Dengan mengendap-ngendap aku meraih ponselku yang disimpan oleh ibu didalam lemari bajuku. “Aku rindu sekali denganmu, kita bertemu ya. Sore ini, ditempat biasa. I love You.”
Sudah pukul 16.15 WIB rasya belum juga muncul, ah mungkin dia sedang membeli es krim dan camilan untukku. Sambil terus memandangi jam yang melingkar ditanganku. Pukul 16.45 WIB. Aku mulai gelisah. “Ah, sial. Apakah rasya tidak membaca pesan singkatku? Dia juga sedang dipingit, mungkin saja ponselnya disimpan oleh ibunya. Kenapa tak terfikirkan olehku untuk menelfonnya?.” Pukul 17.00 WIB, aku menangis. Aku rindu dengan rasya. Rasanya tak bisa lagi ditahan meskipun dua hari lagi kami akan bertemu di hari bahagia kami.
Aku pulang kerumah dengan mengendap-endap. Tapi ketahuan oleh ibuku. Ibuku menangis tersedu-sedu.
“Kamu dari mana saja, nak? Kami semua mencarimu.”
“Iya ma’afkan nadya bu … tadi nadya pergi sebentar kerumah teman. Ibu kenapa menangis seperti ini? Kan nadya sudah pulang, ibu jangan menangis lagi ya?”
“Tidak, nak. Ibu tidak bisa berhenti menangis, dada ibu terasa sangat sakit.”
“Ibu kenapa? Ibu sakit ya? Kita ke dokter saja ya?”
“Mbak, mas rasya …” ucap adik sepupuku, anita. Ia memelukku erat.
“Loh kamu kenapa menangis juga, nit? Mbak tidak apa-apa kok, mbak tadi cuma kerumah teman sebentar.
“Mas rasya, mbak … Mas rasya sudah tidak ada”
“Ya mas rasya dirumahnya, sedang dipingit. Tidak ada disini.”
“Mas rasya sudah pergi mbak, untuk selama-lamanya.”
“Ah, ngaco kamu, nit. Kamu ini bicara apa?”
“Tadi sore Pukul 16.00 WIB mas rasya kecelakaan, mbak. Ia menyelamatkan seorang anak kecil yang sedang menyeberang dan hampir ditabrak oleh sebuah truk. Tapi mas rasya menolongnya, dan mas rasya tidak tertolong. Ada plastik berisi es krim dan mawar putih kesukaan mbak di tangan mas rasya. Kami mencari mbak kemana-mana tapi tidak ketemu. Sekarang kita ke pemakaman ya mbak.”
“Kamu ngelantur ya nit? Dua hari lagi mbak menikah sama mas rasya. Mas rasya tidak mungkin pergi meninggalkan mbak. Tidak mungkin, nit!” aku tersungkur menangis terisak-isak berharap ini semua hanya mimpi buruk kegugupanku menjelang pernikahan.
“Ma’afkan aku rasya … Ma’afkan aku atas kebodohanku untuk memintamu menemuiku sore ini. Ma’afkan aku karena aku gagal memberikan kebahagiaan kepada keluarga besar kita. Ma’afkan aku karena aku tidak bisa mendampingimu di saat terakhir kamu menutup mata.” Aku tidak bisa menahan air mataku yang tumpah diatas batu nisan rasya.


“Hei, tuan penyabar yang baik hati, tuan yang sangat aku cintai dan aku rindukan pelukannya. Aku berjanji, inilah air mata terakhir yang aku tumpahkan untukmu. Aku ingin engkau tenang di sisi Allah, aku ingin air mataku tak menyulitkanmu disana. Aku ingin engkau bahagia disana. Aku berjanji, rinduku adalah lantunan al-fatihah yang senantiasa kuperuntukkan dirimu. Agar terang menyelimutimu." Semoga kelak kita bertemu di surga Allah. Menikmati senja bersama didalam pelukan bunga tujuh rupa.  


Ada Allah :)


Ada Allah…
Jangan pada kecil hati. 
Ada Allah… 
Jangan pada putus asa. 
Ada Allah. 
Teruslah berbesar hati, &berharap. Keajaiban itu ada.
Pertolongan Allah gak pernah terlambat. Yang sabar, yang ridho, yang ikhlas. Tunjukin aja dulu sama Allah, kita kuat.
Banyak merendah aja ke Allah. Jangan sampai ada pertanyaan yang mempertanyakan Kehendak dan Ketentuan Allah. Ridha aja.
Merendah aja. Termasuk minta ampun atas dosa sendiri. Jagan sampai menyalahkan keadaan dan sekitar.
Nabi Adam dulu tidak menyalahkan Hawa. Dan Hawa tidak menyalahkan Nabi Adam. Bahkan keduanya, tidak menyalahkan syetan. Lebih milih minta ampun dan rahmat-Nya saja.
Temukan Allah dan Kasih Sayang-Nya di tengah kesendirian kita , di tengah kejatuhan kita, di tengah kesusahan, kesulitan, dan kesedihan kita.
Kelak orang-orang yang doanya banyak dikabul di dunia, dikisahkan justru akan menyesal. Kenapa?
Di akhirat nanti Allah Memperlihatkan balasan-balasan kebaikan hamba2Nya ketika di dunia.
Maka seorang hamba melihat bergunung-gunung kebaikan yang tidak terhitung banyaknya. Bertanyalah ia kepada malaikat yang mengiringinya …

Gunung-gunung apakah itu?
Malaikat menjawab, itu doa-doamu yg ketika di dunia tidak dikabulkan. Siap sekarang dicairkan untuk jadi kebaikan tambahan bagimu.
 Kemarin sempat saya twit tentang meminta 2M kepada Allah. Padahal kebutuhannya, susu. Susu anak. Sisanya itu untuk kebaikan dia. Asal mintanya benar, untuk hal benar.
Allah Terlalu Kaya untuk kita mintai pas-pasan. Allah Terlalu Kuasa dengan limit yang kadang kita berikan ke Allah, tinggal sehari, seminggu, misalnya.
Tapi ya kita seharusnya juga secara akhlak harus lebih memberi kesempatan kepada Allah. Biarkan Allah Bekerja Mengatur tanpa diintervensi. Keluhan dan ketidaksabaran.
Allah sungguh sedang mengaturkan yang terbaik. Maka bersabarlah. Kehendak Allah, pastilah yang terbaik, walau hati dan pikiran, serta rasa kita, bilang pahit.
"Undzhur ilainaa… Man nahnu? Look at us… Who are we?"
Shalat selama ini ancur-ancuran. Mata, telinga, mulut, jarang dijaga. Dosa, begitu banyak …
Brsabarlah dalam berdoa dan menanti pertolongan Allah. Allah saja bersabar nunggu kita bertobat. Asli Sabar Buanget. Maka berilah Allah kesempatan.
Sekali lagi, tunjukkan ke Allah, kita ini kuat, ridha, sabar, bisa menenangkan diri, ikhlas, menjalani dulu episode yang sedang digelar Allah.
Seraya kita perbaiki ibadah kita, perbanyak doa-doa, amal saleh, dan tambah lagi ilmu kita tentang Allah, Rasul-Nya, agama-Nya, Qur’an-Nya…
InsyaaAllah… Di masa yang akan datang, orang rata-rata akan lebih banyak bersyukur diberi-Nya masalah, diberi-Nya serangkaian kesulitan.
Dan semua itu… Saya sudah mengalaminya. Makasih banyak-banyak ke Allah. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.
Sepenuh-penuhnya, sejangkau yang bisa saya tulis dan ceritakan, saya sebar tulisan dan tausiyah, di banyak buku, dan ceramah-ceramah. Mudah-mudahan manfaat. Saling doa ya.
Satu hal… Buat kita yang hina dina ini… Diberi kesempatan berdoa saja, sudah merupakan anugerah tiada tara… Apalagi kalau lihat kelakuan kita.
Walau saudara-saudara hafal, bukalah Qur’an, surah Yaasiin. Surah yang saudara-saudara hafal. Liat, baca, ulang berulang, 2 ayat terakhir. Kun Fayakuun…
Segera setelah tulisan ini berakhir, segera buka Qur’an. Langsung berinteraksi dengan Kitab aslinya. Baca terjemahan 2 ayat terakhir Surah Yaasiin. Jangan ditunda.
Salam hormat buat keluarga di rumah. Saya juga lagi butuh doa banget-banget dari kawan-kawan. Supaya sisa hidup ini benar-benar bermanfaat, dalam keadaan Allah Ridho, amiin :)


*di kutip dari karya Ust.Yusuf Mansyur

Bila Al Qur'an bicara !


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
 
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan... 

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya. 


Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . . bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 

BERSYUKUR :))


AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.

Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,tentram dan bahagia.

Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.
Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik.  Tapi anda masih merasa kurang.
Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang  mendatangkan lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu.  Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.
Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat.
Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.
Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.
Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah.
Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak.
Suatu sore ia  melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria.
Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih
pandai,lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah.
Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah.
Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan diatas saya.
Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.
Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.
Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya.
Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan.
Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput dipekarangan sendiri.
 Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.''
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini.
Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? '' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya
menikah dengan Lulu.''

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang.
Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ....  Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan  menjadi berkah bagimu ...



Aku di Makamkan Hari Ini


Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir
mereka aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya)
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering
kuumbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan
hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka...

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja, waktu hidup
yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan...